Selain 450 pod getar, polisi turut menyita sejumlah mata uang asing, di antaranya ringgit Malaysia, dolar Singapura, mata uang Cina dan Mesir.
Dari hasil pemeriksaan sementara, RS mengaku baru pertama kali menjadi kurir narkoba. Namun polisi masih mendalami dugaan keterlibatannya dalam jaringan yang lebih besar.
Rafli mengatakan, RS diketahui berdomisili di Medan. Namun berdasarkan penelusuran perjalanan, RS disebut telah lebih dari sebulan bolak-balik Indonesia-Malaysia dengan alasan bekerja di Malaysia.
“RS memang berdomisili di Medan, namun setelah kami dalami, RS ternyata sudah selama kurun waktu satu bulan lebih bolak-balik Indonesia-Malaysia, bekerja di Malaysia. Namun tetap tim akan dalami. Untuk pelaku lain, F dan A, tetap tim akan lakukan pengejaran tentunya, karena ini merupakan jaringan yang tersistemik. Jadi kita akan lakukan pengejaran dan pengungkapan dalam waktu dekat ini,” tegas Rafli.
Polisi kini memburu dua orang lainnya yang disebut berinisial F dan A. Satresnarkoba Polrestabes Medan menduga pengiriman 450 pod getar tersebut bukan aksi seorang diri.
Rafli juga mengultimatum para pengedar narkoba agar menghentikan aktivitasnya di Kota Medan.
“Kami ultimatum untuk para pelaku pengedar narkoba di Kota Medan, tolong didengarkan. Dalam hal ini, apapun bentuk Anda melakukan pengedaran narkoba di Kota Medan, segera hentikan sebelum tim kami datang. Karena saat hukum bergerak, tidak ada tempat yang aman untuk bersembunyi, tentunya akan kami tindak,” katanya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
