Imigrasi Kualanamu Jadi Lokus Studi Lapangan PKP LAN RI Angkatan I 2026

Jafar
Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 Pusjar SKMK LAN RI berfoto bersama petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu pada kegiatan studi lapangan di Medan, Selasa (6/10/2026). Foto: Dok. Imigrasi Kualanamu

Peserta kemudian meninjau langsung area pelayanan, termasuk tata ruang yang memaksimalkan lahan, pemisahan pintu masuk dan keluar, pembatasan akses bagi pemohon yang telah terdaftar, serta fasilitas ramah pengguna seperti ruang laktasi, area bermain anak, parkir disabilitas, dan penyediaan makanan serta minuman ringan. Ruang pelayanan juga dirancang transparan. Pemohon dapat melihat proses pelayanan, termasuk tampilan layar komputer petugas, sementara sistem antrean ditampilkan secara berurutan untuk memastikan pelayanan berlangsung tertib dan terbuka.

Dalam pemaparan inovasi, Imigrasi Kualanamu memperkenalkan Smart Eazy Passport, I-MED Prioritas, I-MED LARASATI untuk layanan di rumah sakit, I-MED LAPS untuk layanan antar paspor, serta Same Day Service. Melalui Same Day Service, pemeriksaan paspor hilang atau rusak yang berkasnya diterima sebelum pukul 12.00 dapat diselesaikan pada hari yang sama sehingga pemohon dapat melanjutkan pemotretan paspor. Imigrasi Kualanamu juga menyediakan Immigration Lounge yang beroperasi pada hari Sabtu bagi pemohon yang membutuhkan percepatan layanan.

Inovasi terbaru adalah SI PINTAR (Sistem Informasi Pelayanan Keimigrasian Terintegrasi, Akurat, dan Responsif) yang mulai berjalan sejak Juli 2026. Inovasi yang lahir dari aksi perubahan peserta pelatihan kepemimpinan tersebut kini difokuskan sebagai kanal pertanyaan dan informasi layanan, dengan nomor tiket yang memungkinkan masyarakat memantau jawaban atas pertanyaannya. Penyesuaian fungsi SI PINTAR dilakukan sejalan dengan kebijakan terbaru mengenai pemusatan pengaduan pada kanal WBS dan SP4N-LAPOR.

“Pelayanan tidak mungkin memuaskan seratus persen. Oleh karena itu, kami menyediakan banyak kanal agar masukan tersalurkan dengan baik sebelum menjadi persoalan yang lebih besar. Yang terpenting, masyarakat terlayani dengan baik,” tambah Firman.

Sesi diskusi menjadi ruang bagi peserta untuk menggali lebih jauh strategi mempertahankan predikat WBK dan WBBM. Korpus Kristi Yohanes Darmo dari Direktorat Intelijen Keimigrasian menanyakan strategi menjaga predikat yang telah diraih, sementara Muhammad Hidayat Tanjung dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe menggali kiat menghadapi pemohon di tengah capaian nilai A pada survei persepsi kualitas pelayanan.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network