MEDAN, iNewsMedan.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu dipilih menjadi lokus studi lapangan kinerja organisasi bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Selasa (6/10/2026). Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari secara langsung keunggulan dan inovasi yang diterapkan di Imigrasi Kualanamu.
Sebanyak 20 peserta dari Kelompok II dan Kelompok IV hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mulai dari kantor imigrasi, kantor wilayah, rumah detensi imigrasi, lembaga pemasyarakatan, hingga Sekretariat Direktorat Jenderal Imigrasi. Rombongan didampingi oleh Widyaiswara Desi Marisanty Pardede, S.Pd., M.Si., bersama Revita Rahim, S.E., dan Reni Sugati, A.Md., dari Pusjar SKMK LAN RI.
Studi lapangan ini merupakan bagian dari Agenda Aktualisasi Kepemimpinan dalam kurikulum PKP. Imigrasi Kualanamu dipilih karena rekam jejaknya dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada akhir 2018 dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2019, serta berhasil mempertahankannya hingga kini. Para peserta tidak hanya melihat hasil yang dicapai, tetapi juga menggali prosesnya, mulai dari kepemimpinan, pengelolaan tim, pemanfaatan teknologi, hingga pengendalian pekerjaan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu, Uray Avian, diwakili oleh Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muhammad Firman Akhsani, memaparkan profil organisasi, perjalanan meraih predikat WBK dan WBBM, serta berbagai praktik pelayanan yang diterapkan. Dalam paparannya, Firman turut memperkenalkan Ucok dan Butet, maskot Imigrasi Kualanamu yang merepresentasikan karakter kuat, mandiri, dan berhati lembut, sekaligus menjadi bagian dari wajah positif pelayanan keimigrasian di Sumatera Utara.
Firman menegaskan bahwa predikat WBK dan WBBM tidak boleh berhenti sebagai pencapaian administratif semata. “Apa yang kami capai hari ini tidak datang dengan mudah. Ada keringat dan kerja keras seluruh tim. Predikat ini hanya bisa bertahan jika setiap pimpinan menjadi teladan. Tidak cukup hanya mengimbau, kita harus lebih dahulu mempraktikkannya,” ujar Firman.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
