Saat ini, kata Putra, korban telah dijemput oleh pihak keluarga. Sementara itu, penyebab kematian korban masih dalam proses penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, semasa hidupnya korban diduga sering mengalami perundungan di lingkungan kampus. Kematiannyapun disebut berkaitan dengan aksi perundungan yang korban alami.
Akan tetapi, hingga Senin (28/9/2026), USU mengatakan belum menemukan indikasi perundungan yang berkaitan dengan kematian mahasiswi berusia 18 tahun itu.
Manajer Humas dan Promosi USU, Dr. Irsan Mulyadi, mengatakan jika USU telah melakukan penelusuran internal untuk memperoleh informasi awal mengenai kondisi korban di lingkungan kampus.
Penelusuran dilakukan dengan meminta keterangan dari sejumlah rekan korban dan lingkungan pergaulannya. Sementara hasilnya, pihak USU belum menemukan indikasi perundungan yang berkaitan dengan kematian korban berdasarkan informasi awal yang diperoleh.
"Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi perundungan (bullying) yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," kata Irsan dalam keterangan tertulisnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
