JAKARTA, iNewsMedan.id - Di tengah berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan di Indonesia, kolaborasi antara sektor swasta, komunitas, dan organisasi sosial menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran. Komitmen ini diwujudkan Upbit Indonesia melalui dua program corporate social responsibility (CSR) di Flores, Nusa Tenggara Timur, dan Medan, Sumatera Utara, sepanjang September 2026.
Kedua kegiatan tersebut berfokus pada ranah yang berbeda, mulai dari dukungan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana hingga penyediaan ruang belajar serta edukasi keselamatan bagi anak-anak.
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menyampaikan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui edukasi dan pengembangan ekosistem aset digital, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam aksi sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Bagi kami, tumbuh di Indonesia juga berarti tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Upbit ingin berkontribusi tidak hanya melalui edukasi aset digital, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan,” ujar Resna, Selasa (22/9/2026).
Pada 5 September 2026, Upbit Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Andaru Selaras (YAS) menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Flores. Wilayah ini menjadi salah satu titik perhatian lantaran sekitar 47.840 warga mengungsi dan 17.108 rumah mengalami kerusakan.
Di lokasi pengungsian, masyarakat menghadapi keterbatasan akses air bersih, fasilitas sanitasi, penerangan, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan khusus perempuan dan bayi. Untuk merespons kondisi tersebut, bantuan disalurkan berupa selimut, matras, terpal, hygiene kit, dignity kit, baby kit, pasokan air bersih, serta paket pangan keluarga.
Selain pemenuhan kebutuhan fisik, Upbit Indonesia dan YAS juga memberikan dukungan pemulihan psikososial melalui sesi Tension & Trauma Release Exercises (TRE). Program yang dipandu oleh fasilitator bersertifikat ini ditujukan bagi penyintas, relawan, dan petugas lapangan.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik. Dukungan psikososial sangat penting untuk membantu penyintas maupun relawan membangun kembali rasa aman dan secara bertahap kembali ke aktivitas sehari-hari,” jelas Resna.
Aksi sosial dilanjutkan pada 20 September 2026 melalui kolaborasi bersama Heart2Hand.Project di Medan, Sumatera Utara. Melalui program Volunteer Batch 5 bertema “A Day to Teach, Inspire & Share Joy!”, kegiatan ini menghadirkan ruang belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan pinggir jalan.
Sebanyak 30 relawan, 30 anak, serta empat petugas pemadam kebakaran berpartisipasi dalam rangkaian aktivitas interaktif. Selain belajar dan bermain bersama, anak-anak mendapatkan edukasi mengenai pencegahan risiko kebakaran dan pengenalan profesi pemadam kebakaran untuk mendorong rasa percaya diri serta semangat belajar mereka.
“Kami ingin hadir memberikan pengalaman belajar yang positif. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan semangat mereka untuk terus belajar,” kata Resna.
Meski memiliki fokus kegiatan berbeda—Flores pada tanggap bencana dan Medan pada pendidikan anak—kedua inisiatif ini membawa semangat yang sama, yaitu hadir secara relevan sesuai kebutuhan warga lokal.
Ke depan, Upbit Indonesia berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi sosial agar cakupan manfaat program kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
