Ketua KWT Plamboyan, Latifah, mengatakan kelompok tersebut menjadi wadah bagi wanita tani yang terlibat dalam kegiatan usaha tani jagung.
Menurutnya, melalui kelompok, anggota dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan untuk mendukung kegiatan pertanian maupun usaha yang dilakukan bersama.
"Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong anggota KWT Plamboyan untuk melihat limbah jagung tidak hanya sebagai sisa hasil pertanian, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai jual," jelasnya.
Dian menambahkan, pemanfaatan limbah jagung tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi limbah pertanian sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang dapat menunjang kemandirian ekonomi wanita tani.
"Kegiatan PKM ini juga menjadi bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan perguruan tinggi secara langsung kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan kelompok masyarakat, kegiatan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi mitra serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih kreatif dan produktif," pungkasnya.
Kegiatan pelatihan turut dihadiri Tuti Shufiyah sebagai narasumber serta sejumlah dosen dan mahasiswa UMSU yang mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
