MEDAN, iNewsMedan.id - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak boleh berhenti pada tahap pelatihan semata. Pembinaan tersebut harus mampu menciptakan pelaku usaha yang mandiri dan menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Rico saat menerima audiensi jajaran Mercy Corps Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (18/9/2026).
Ia mendorong agar pola pembinaan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir (end-to-end), mulai dari perencanaan ide bisnis, operasional, hingga pembukaan akses permodalan.
"Yang terpenting dalam membantu UMKM ialah secara end-to-end. Kita harus menyiapkan role model bisnis, mulai dari membuka usaha hingga menghasilkan income," ujar Rico.
Rico juga meminta jajaran pemerintah tidak hanya mendampingi pelaku UMKM yang sudah berjalan, tetapi juga turut membimbing masyarakat yang baru ingin memulai usaha.
Sementara itu, Program Director Mercy Corps Indonesia, Andi Ikhwan, menyampaikan capaian program tahun pertama sekaligus rencana diseminasi pembelajaran UMKM yang dijadwalkan pada 30 September mendatang.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas wirausaha, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan serta perluasan akses pembiayaan.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas; Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Citra Effendi Capah; serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
