Ia menambahkan, pengembangan layanan hingga Lubuk Pakam merupakan bagian dari upaya KAI Bandara untuk memperluas manfaat transportasi kereta api bagi masyarakat.
“Dengan tarif Rp5.000,00 dan waktu tempuh sekitar 45 menit, kami berharap layanan ini dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan secara aman, nyaman, dan efisien. KAI Bandara akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Layanan KA Srilelawangsa menggunakan Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Woojin dan melayani perjalanan pulang-pergi setiap hari. Kehadiran layanan ini juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari dan menuju kawasan Lubuk Pakam serta wilayah yang dilalui dalam relasi tersebut.
KAI Bandara mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan transportasi publik sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik, konektivitas antarkawasan dapat terus diperkuat sekaligus mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
