Rizki mengatakan potensi gelombang tinggi dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dan selatan.
Di wilayah Indonesia bagian utara, angin bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-20 knot.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan pelaku pelayaran untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut selama periode peringatan dini.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
