Menurut Dimas, keikutsertaan pada kejurnas bukan sekadar memenuhi agenda kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari kesinambungan pembinaan atlet arung jeram Sumatera Utara.
FAJI Sumut memiliki modal prestasi yang cukup kuat. Dalam perjalanan pembinaan sebelumnya, atlet arung jeram Sumatera Utara telah mencatatkan dua medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu. Capaian tersebut menjadi warisan prestasi sekaligus tantangan bagi FAJI Sumut untuk terus meningkatkan taraf kompetitif atlet pada periode berikutnya.
“Kami tentu berharap prestasi yang sudah diraih selama ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Yang paling penting adalah memastikan proses pembinaan berjalan terus,” ujar Dimas.
Sekretaris Pengprov FAJI Sumut Elwin Reza Pahlevi mengatakan bahwa Kejurnas Arung Jeram 2026 menjadi kesempatan penting untuk kembali menguji kemampuan atlet Sumatera Utara di tingkat nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. “Setiap pertandingan adalah bagian dari proses pembinaan,” kata Elwin.
Oleh karena itu, Elwin berharap komunikasi antara FAJI Sumut dan KONI Sumut dapat terus terjaga, terutama dalam mendukung atlet yang akan bertanding membawa nama Sumatera Utara.
“Kami mengharapkan dukungan dari KONI Sumut. Atlet membutuhkan ruang untuk bertanding dan menunjukkan hasil pembinaan,” ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
