Jurnalis senior Tempo tersebut menambahkan bahwa pihak yang seharusnya paling dirugikan jika pemilu dipercepat adalah PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2024. Kenyataannya, partai tersebut tidak mempermasalahkan pernyataan itu.
Ketua Perhimpunan Pergerakan 98 ini juga menilai wajar jika Budi Arie menyampaikan kritik, mengingat statusnya sebagai mantan menteri yang memahami dinamika politik.
"Mana mungkin makar dilakukan mantan menteri? Ada-ada saja itu. Yang bisa melakukan makar adalah orang yang sedang di dalam kekuasaan namun tersingkir," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
