Rico Waas menekankan, pendekatan humanis tidak berarti mengurangi ketegasan dalam menjalankan tugas. Ia meminta Erfin mampu menjaga keseimbangan antara pembinaan, pengawasan, dan penegakan disiplin kerja sehingga seluruh OPD tetap bergerak dalam arah yang sama.
“Bimbinglah rekan-rekan OPD. Berikan semangat pada mereka-mereka ini. Dan tentunya saya sebagai Wali Kota juga akan mengawasi pola kinerja kita semuanya,” ujarnya.
Selain itu, Rico Waas meminta seluruh jajaran Pemko Medan menjadikan visi dan misi kepala daerah sebagai pedoman dalam bekerja. Program dan kegiatan yang dijalankan harus selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan di tingkat nasional, provinsi, maupun daerah.
Menurutnya, koordinasi yang kuat diperlukan agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri, terjadi tumpang tindih kewenangan, maupun keterlambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepada Erfin, Rico Waas menegaskan posisi Penjabat Sekda memiliki peran penting dalam menjaga efektivitas roda pemerintahan. Erfin diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal, menjaga ritme kerja OPD, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara kepala daerah dengan seluruh perangkat pemerintahan.
Erfin Fahrurrazi diangkat sebagai Penjabat Sekda Kota Medan berdasarkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 800.1.3.3/1304.K tanggal 10 Agustus 2026. Ia menggantikan Wiriya Alrahman yang memasuki masa purnabakti.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
