Legislator Perindo: Pancasila Jangan Cuma Dihafal, Pelajar Harus Menerapkannya di Sekolah dan Rumah

Ismail
Binsar Simarmata saat memberikan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada pelajar di SMP Assisi, Medan. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id – Pancasila jangan berhenti sebagai hafalan yang diucapkan saat upacara atau pelajaran di sekolah. Nilai lima sila itu justru harus terlihat dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menghormati perbedaan hingga bertanggung jawab terhadap tugas.

Pesan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Partai Perindo, Binsar Simarmata, saat memberikan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat di halaman SMP Swasta Katolik Assisi, Jalan Anggrek Raya, Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Sabtu (8/8).

Binsar mengatakan, kelima sila Pancasila memiliki keterkaitan dan dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan pelajar, baik di sekolah maupun di rumah.

"Pancasila sebagai dasar negara kita, tapi setiap sila Pancasila saling berhubungan dengan sisi kehidupan kita sehari-hari untuk dapat diterapkan, termasuk di sekolah ini," kata Binsar.

Sekretaris Fraksi PAN-Perindo DPRD Medan itu kemudian memberi contoh penerapan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, pelajar dapat menerapkannya dengan menghormati teman yang berbeda agama dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk menjalankan ibadah.

"Untuk sila pertama ini banyak hal yang patut menjadi contoh. Dimana dalam lingkungan sekolah berteman tanpa membedakan agama dan saling menghormati bagi yang sedang beribadah. Termasuk di lingkungan tempat tinggal dan adik-adik berteman tanpa melihat status agama," katanya.

Sementara sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menurut Binsar dapat diwujudkan melalui sikap bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama.

Ia mencontohkan, pelajar harus serius menjalankan tugas sekolah, menghormati guru, membantu teman, sekaligus mau membantu orang tua di rumah.

"Jadi apa yang menjadi tugas seorang siswa, maka belajar dengan sungguh-sungguh dan laksanakan perintah bapak dan ibu guru. Termasuk di rumah agar belajar dan mematuhi apa yang diminta orang tua. Jadi, jika diminta membantu ibu ya silahkan bantu termasuk untuk belajar jangan main game pula. Ini semuanya untuk kebaikan dan masa depan adik-adik juga," paparnya.

Untuk sila ketiga, Persatuan Indonesia, Binsar mengajak pelajar membangun rasa cinta tanah air sekaligus menjaga kerukunan dari lingkungan paling dekat.

"Untuk sila ketiga yang Persatuan Indonesia. Ini jangan sampai luntur adik-adik tunjukan rasa cinta tanah air dengan mengikuti upacara bendera. Juga jaga kebesihan lingkungan sekolah, termasuk dirumah jika diminta ibu menyapu atau cuci piring agar dilaksanakan. Jangan adik-adik menolak karena ini dapat membuat pertengkaran jadi persatuan harus dijaga," sambung Binsar.

Anggota Komisi 2 DPRD Medan yang membidangi pendidikan itu juga menjelaskan penerapan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Menurutnya, nilai tersebut dapat dibiasakan melalui sikap bertanggung jawab, berdiskusi dan menyelesaikan persoalan bersama, termasuk ketika pelajar menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas.

"Juga, dirumah apa yang diperintahkan oleh orangtua ya laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab juga lakukan diskusi bersama orangtua baik bapak maupun ibu bila ada kesulitan dalam tugas," katanya.

Sedangkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dapat diterapkan melalui kebiasaan berbagi tugas dan bergotong royong.

"Kalau ruangan kelas adik-adik kurang bersih bersama-sama dengan teman lainnya bersihkan saling bergotong royong. Termasuk dirumah agar membantu ibu dan adik, dimana saling berbagi tugaslah," ujarnya.

Binsar berharap pembinaan ideologi Pancasila tidak hanya membuat masyarakat, khususnya pelajar, mampu menyebutkan lima sila. Lebih jauh, nilai-nilai tersebut harus menjadi kebiasaan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Dosen Universitas Katolik Santo Thomas, Dr Berlin Simarmarmat, turut memberikan materi mengenai wawasan kebangsaan. Hadir pula Kepala SMP Assisi Suster Veronika Sitanggang, Sekretaris Pemuda Katolik Sumut Inter Zalukhu, serta para guru.

Nilai keberagaman juga ditampilkan melalui tarian etnis dari berbagai suku sebagai bagian dari kegiatan.

Guru Minta Bantuan Penempatan Personel Dishub

Selain membahas Pancasila dan wawasan kebangsaan, pihak sekolah menyampaikan persoalan lalu lintas di sekitar sekolah.

Kepala SMP Assisi, Suster Veronika Sitanggang, meminta Binsar membantu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan agar menempatkan personel di sekitar sekolah, terutama pada jam masuk dan pulang siswa.

"Kami mohon, pak agar bisa disampaikan kepada Bapak Wali Kota Medan agar bisa menempatkan personilnya di sini. Termasuk di ujung jalan sekolah Jalan Setia Budi agar ada petugas Dishub untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu anak-anak menyeberang," kata Suster Veronika.

Menanggapi permintaan tersebut, Binsar menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network