Anggota Komisi 2 DPRD Medan yang membidangi pendidikan itu juga menjelaskan penerapan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Menurutnya, nilai tersebut dapat dibiasakan melalui sikap bertanggung jawab, berdiskusi dan menyelesaikan persoalan bersama, termasuk ketika pelajar menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas.
"Juga, dirumah apa yang diperintahkan oleh orangtua ya laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab juga lakukan diskusi bersama orangtua baik bapak maupun ibu bila ada kesulitan dalam tugas," katanya.
Sedangkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dapat diterapkan melalui kebiasaan berbagi tugas dan bergotong royong.
"Kalau ruangan kelas adik-adik kurang bersih bersama-sama dengan teman lainnya bersihkan saling bergotong royong. Termasuk dirumah agar membantu ibu dan adik, dimana saling berbagi tugaslah," ujarnya.
Binsar berharap pembinaan ideologi Pancasila tidak hanya membuat masyarakat, khususnya pelajar, mampu menyebutkan lima sila. Lebih jauh, nilai-nilai tersebut harus menjadi kebiasaan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Dosen Universitas Katolik Santo Thomas, Dr Berlin Simarmarmat, turut memberikan materi mengenai wawasan kebangsaan. Hadir pula Kepala SMP Assisi Suster Veronika Sitanggang, Sekretaris Pemuda Katolik Sumut Inter Zalukhu, serta para guru.
Nilai keberagaman juga ditampilkan melalui tarian etnis dari berbagai suku sebagai bagian dari kegiatan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
