Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal, meningkatkan nilai jual komoditas hasil hutan bukan kayu dan mendorong kemitraan usaha yang berkelanjutan demi kelestarian lingkungan.
Dukungan berbagai pihak dinilai sangat krusial agar komoditas unggulan kawasan hutan dapat berkembang menjadi produk bernilai tinggi yang langsung berdampak pada pendapatan warga desa.
Antusiasme tinggi ditunjukkan para pengunjung, salah satunya Dian Gunawan. Ia mengaku terkesan dengan konsep stan GJI yang dinilainya beda dari yang lain.
"Tadi saya lihat ada foto-foto keren, terus ada juga kemenyan sama kopi. Baru kali ini saya lihat stan seperti ini di PRSU,” ungkap Gunawan setelah berdialog dengan penjaga stan mengenai program-program konservasi GJI.
Tak hanya edukasi visual dan pameran kemenyan, daya tarik utama yang memikat pengunjung adalah fasilitas ngopi gratis.
Sofian Adli menyebutkan, sajian kopi gratis ini merupakan bagian dari promosi produk kopi hasil rakitan masyarakat desa di kawasan hutan dampingan GJI. Lewat secangkir kopi, pengunjung diajak menikmati hasil nyata dari pengelolaan hutan yang lestari.
Editor : Chris
Artikel Terkait
