Aset Kripto Bisa Jadi Bagian Portofolio, Asalkan Alokasinya Proporsional dan Bijak

Jafar
Upbit Indonesia mengingatkan para investor agar menerapkan diversifikasi aset dan manajemen risiko yang bijak, serta menempatkan aset kripto secara proporsional sebagai bagian dari portofolio di tengah volatilitas ekonomi global 2026. Foto: Istimewa

Dalam merancang portofolio investasi, masyarakat disarankan untuk mempertimbangkan berbagai kelas aset guna memecah risiko, di antaranya:

- Emas

- Produk pendapatan tetap

- Saham

- Properti

- Aset digital

Setiap instrumen tersebut memiliki karakteristik, tingkat likuiditas, potensi imbal hasil, serta profil risiko yang berbeda-beda.

Bitcoin dan berbagai aset digital lainnya kini mulai dilirik sebagai salah satu komponen dalam portofolio, khususnya bagi investor yang ingin mendapatkan akses ke pasar global serta perkembangan teknologi blockchain. Namun, tingginya volatilitas kripto membuat aset ini tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya instrumen pelindung kekayaan.

“Kripto dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari portofolio yang terdiversifikasi, bukan sebagai pengganti seluruh instrumen investasi lainnya. Investor perlu memahami aset yang dibeli dan membatasi alokasinya sesuai kemampuan dalam menanggung risiko,” tegas Resna.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network