Menurut Effendi, festival tersebut bukan sekadar konser musik, melainkan bentuk penghormatan kepada misionaris I.L. Nommensen yang telah meletakkan dasar pelayanan pendidikan di Tanah Batak. Oleh karena itu, UHN ingin menghadirkan kegiatan yang mampu dinikmati masyarakat luas sekaligus memperkuat kedekatan kampus dengan publik.
Ia mengapresiasi ribuan masyarakat yang hadir dengan tertib dan ikut menyemarakkan Nommensen Festival. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa agenda tahunan UHN telah menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan masyarakat Sumatera Utara.
"Kami juga menghadirkan Marsada Band sebagai band yang memiliki karakter Batak dan terus menjaga napas budaya Batak. Jadi, festival ini bukan hanya menghadirkan hiburan nasional, tetapi juga memberi ruang bagi budaya lokal," katanya.
Effendi berharap Nommensen Festival dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang dengan menghadirkan konsep yang semakin menarik. Namun, pelaksanaannya tetap akan memperhatikan berbagai masukan, khususnya dari aparat keamanan.
Ia menjelaskan, berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, seluruh penonton tahun ini ditempatkan di area tribun sesuai arahan kepolisian dan TNI demi menjaga keamanan dan ketertiban selama konser berlangsung.
"Kami memohon maaf apabila mahasiswa merasa suasananya berbeda dengan tahun lalu. Ketentuan tersebut merupakan arahan dari aparat keamanan yang harus kami patuhi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib," tuturnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
