​Awas! Sindikat Love Scamming Incar 1.000 KTP WNI untuk Judi Online

Jafar
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan rapat bersama Tim Pengawasan Orang Asing. Foto: Dok. Imigrasi Medan.

Bea Cukai Kualanamu menyoroti temuan WNA yang masuk menggunakan visa tujuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, namun tidak memiliki penjemput maupun tujuan jelas, bahkan hanya mengandalkan Google Translate untuk berkomunikasi.

Kantor Kemenag Deli Serdang mencatat ada 25 perkawinan campuran selama Semester I 2026 (didominasi warga Malaysia dan Turki). Menariknya, mulai ditemukan peningkatan perkawinan yang melibatkan warga negara Kamboja di hampir 10 kecamatan.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Muhammad Firman Akhsani menegaskan pentingnya membuang jauh-jauh ego sektoral dalam mengawasi pergerakan WNA.

"Modus kejahatan seperti love scamming terus berkembang. Karena itu, kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dan pertukaran informasi antarinstansi menjadi kunci agar setiap potensi ancaman bisa diantisipasi sejak dini," tegas Firman.

Langkah kolaboratif ini juga merupakan wujud nyata dari arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko yang menekankan bahwa penegakan hukum keimigrasian butuh sinergi antarinstansi yang responsif dan berbasis intelijen.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network