LABUHANBATU, iNewsMedan.id - Kodim 0209/Labuhanbatu secara tegas membantah narasi yang beredar di media sosial terkait tudingan keterlibatan anggota TNI dalam perampasan 16 ekor lembu di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, menegaskan bahwa video yang viral tersebut tidak benar. Ia meluruskan bahwa peristiwa yang terjadi murni merupakan sengketa kepemilikan lembu antara dua orang warga, yakni berinisial MS dan J.
"Saya ingin luruskan, tidak ada keterlibatan TNI Angkatan Darat mencuri atau mengambil lembu," ujar Letkol Kav Hanung Kaptiaji, Minggu (28/6/2026).
Dandim menjelaskan bahwa pihak Kodim 0209/Labuhanbatu telah melakukan pertemuan dengan kedua belah pihak yang bersengketa, termasuk dengan penasihat hukum masing-masing, untuk mengklarifikasi situasi di lapangan. Ia menyayangkan adanya pihak yang membawa-bawa nama institusi TNI Angkatan Darat ke dalam konflik pribadi tersebut.
"Yang kami sayangkan dari konflik di lapangan adalah pihak-pihak yang membawa nama institusi TNI Angkatan Darat," tegasnya.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa kehadiran personel TNI di lokasi kejadian pada Mei 2026 lalu bertujuan untuk membantu pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif, bukan terlibat dalam pengambilan lembu.
Saat ini, perkara kepemilikan lembu tersebut telah dilaporkan oleh kedua pihak kepada pihak kepolisian dan sedang dalam proses penanganan hukum. Dandim mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kodim 0209/Labuhanbatu berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil proses hukum yang sedang berlangsung," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
