Ketegasannya di laut membuatnya dipercaya menjadi komandan di berbagai kapal perang TNI AL (1989–1991), serta memimpin Satuan Tugas Pengalihan Kapal-Kapal Bekas Jerman Timur TNI AL (1992–1995).
Sejak saat itu, karier bintangnya melesat tajam:
1995: Promosi menjadi Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kas Armatim) dengan pangkat Laksamana Pertama.
1996: Menjabat Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) menggantikan Widodo Adi Sutjipto, dengan pangkat Laksamana Muda.
Pasca-Pangarmabar: Dimutasi menjadi Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal.
1998: Dipercaya sebagai Komandan Jenderal Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Danjen Akabri), pangkatnya naik menjadi Laksamana Madya.
1999: Menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AL, hingga akhirnya pada Juli 1999 resmi dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
Sutjipto menakhodai TNI AL selama kurang lebih 14 bulan hingga 9 Oktober 2000 sebelum akhirnya pensiun dengan pangkat tertinggi, Laksamana. Setelah menutup masa bakti militernya, ia tetap aktif di dunia profesional dan menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen di PT Transcoal Pacific Tbk.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
