PADANGSIDIMPUAN, iNewsMedan.id - Suasana tenang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan mendadak gempar pada Minggu (24/5/2026). Seorang pria yang merupakan keluarga dari salah satu pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai empat gedung.
Korban diketahui berinisial BTH (35), seorang warga Desa Partihaman Saroha, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru.
Peristiwa tragis ini mengejutkan para pengunjung dan warga yang berada di sekitar rumah sakit. Salah seorang saksi mata, Cici Ismayanti, mengaku tidak mengetahui secara pasti dari lantai berapa korban mulai melompat. Namun, ia dikejutkan dengan suara benturan keras sebelum melihat korban sudah terkapar di lantai dasar.
"Ada yang jatuh tadi dari atas, tapi tidak tahu dari lantai berapa. Setelah dilihat, korban sudah tersungkur di lantai bawah," ungkap Cici saat dimintai keterangan di lokasi. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak mengenal identitas maupun asal korban.
Berdasarkan keterangan dari petugas RSUD Padangsidimpuan, Ahmad Fauzi Siregar, korban diduga kuat melompat melewati pagar pembatas tembok yang berada di lantai empat gedung rumah sakit.
"Korban diduga melompat dari pembatas tembok setinggi satu setengah meter di lantai empat. Korban ini merupakan keluarga dari pasien yang tengah menjalani perawatan di sini," jelas Ahmad.
Pihak rumah sakit sempat bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan sesaat setelah insiden terjadi dengan langsung melarikan korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, luka parah yang dialami korban membuat nyawanya tidak tertolong.
Sesaat setelah kejadian, kondisi korban kritis saat tiba di IGD dan kurang dari 20 menit penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Saat ini, jenazah BTH sudah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan. Sementara itu, motif di balik aksi nekat korban masih menjadi tanda tanya dan kini tengah diselidiki secara mendalam oleh pihak berwajib.
"Kasusnya sudah ditangani oleh Polres Padangsidimpuan. Untuk mengetahui lebih jelas apa penyebab atau motif korban melompat, bisa langsung menanyakan kepada pihak kepolisian," pungas Ahmad.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
