Tak berhenti di mahasiswa Fakultas Teknik, pertanyaan lainnya juga datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Ekonomi (FE).
Mereka menanyakan optimalisasi laboratorium di tiap prodi yang tak berjalan, nihilnya reward terhadap mahasiswa berprestasi, sampai adanya biaya kertas ujian.
"Finalisasi Laboratorium yang belum terwujud. Kami membutuhkan pelatihan softskill dan seminar rutin serta toleransi dana untuk kegiatan UKM," ujar mahasiswi dari jurusan Prodi Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen Siantar tersebut.
Terkait pertanyaan-pertanyaan tersebut, Effendi Simbolon menyampaikan bahwa pihaknya akan merangkum pertanyaan untuk dibahas bersama Rektorat Universitas HKBP Nommensen Siantar.
Adapun rencana pemutakhiran universitas sebelumnya telah dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kampus. Ia pun menguraikan bahwa yayasan siap memenuhi alat praktikum hingga modernisasi laboratorium sesuai prodi masing-masing.
"Kita akan realisasikan itu semua bulan Juni 2026 dengan pengerjaan sesuai spesifikasi yang standar. Kita juga akan perbaiki kamar mandi kampus, ya," kata Effendi Simbolon.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
