Menyadari bahwa pembangunan infrastruktur di pusat kota sering memicu kepadatan lalu lintas, Rico Waas telah menyiapkan langkah antisipatif. Pemerintah Kota (Pemko) Medan secara intensif berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk memetakan titik-titik rawan macet.
"Kami terus berkoordinasi dengan rekan-rekan Kepolisian agar mendapatkan solusi dalam mengatasi titik-titik kemacetan yang timbul selama pembangunan BRT," tambahnya.
Mengingat pembangunan BRT ini dilakukan demi kepentingan publik, Rico mengharapkan dukungan penuh dari warga agar proyek dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
"Mari kita saling mendukung untuk kepentingan masyarakat. Apalagi ini adalah pilot project, kami sangat berharap masyarakat ikut mendukungnya," harap Rico.
Sementara itu, Kasubbid Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Andi Faizah Arsal, melaporkan bahwa kesiapan Kota Medan sebagai lokasi percontohan dinyatakan telah mantap. Rapat tersebut juga mempertajam skema pendanaan, pembagian tanggung jawab, hingga tenggat waktu pembangunan.
"Kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah. Kota Medan harus bisa menjadi kota percontohan bagi daerah lain," ungkap Andi.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
