Proses pemakaman ulang pun dilakukan bersama warga, aparat desa, dan personel kepolisian. Sementara pelaku diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Simalungun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Yayasan Bina Kasih Bersinar.
Kejadian ini jadi pengingat, kadang realita bisa lebih aneh dari cerita horor—dan kali ini, justru berakhir dengan suasana yang lebih mirip “evakuasi kemanusiaan” ketimbang penangkapan kriminal biasa.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
