Menurut Panel, Kopdes didorong untuk menjawab persoalan nyata di desa. Mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok, sulitnya akses modal, hingga rendahnya harga jual hasil panen. “Dengan koperasi, sembako bisa lebih murah. Petani juga tidak lagi tergantung tengkulak karena koperasi bisa jadi off-taker,” ucapnya.
Ia menegaskan, fokus awal Kopdes Merah Putih bukan mengejar angka pertumbuhan ekonomi tinggi, melainkan menyelesaikan persoalan dasar masyarakat desa. “Kita jangan ngomong pertumbuhan dulu. Bereskan dulu kemiskinan di desa, tingkatkan daya beli. Kalau itu naik, konsumsi ikut naik, baru ekonomi bergerak,” tegasnya.
Dalam kuliah umum bertema Membangun Koperasi, Membangun Desa Makmur Bebas dari Kemiskinan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Panel juga menyinggung pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal program tersebut. “Saya ingin apa yang jadi pikiran Presiden, itu juga jadi pikiran mahasiswa. Kalau sama, perubahan bisa lebih cepat,” katanya.
Ia juga menyebut pemerintah tengah menyiapkan 30 ribu kader untuk mengisi posisi manajer koperasi desa saat masuk tahap operasional.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
