Ia menambahkan bahwa MTQ tidak hanya mendorong sisi religius, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang memberi ruang bagi usaha masyarakat untuk berkembang. Sofyan mengaku telah melihat langsung berbagai produk kreatif seperti potret dari media kopi, makanan khas, hingga kerajinan tangan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Medan, Agus Maryono, melaporkan bahwa MTQ ke-59 ini diikuti oleh 692 peserta yang merupakan utusan kecamatan, Madrasah Aliyah, serta pondok pesantren se-Kota Medan.
Salah satu capaian menonjol tahun ini adalah dampak ekonominya. Pemerintah Kota Medan memfasilitasi stan bagi pelaku UMKM secara gratis. Tercatat, total transaksi UMKM selama penyelenggaraan mencapai Rp590.769.000.
Kabar paling menggembirakan datang dari sektor pendidikan. Para pemenang tidak hanya mendapatkan trofi dan uang pembinaan, tetapi juga beasiswa dari tiga universitas terkemuka di Kota Medan.
"Terdapat 75 kuota beasiswa pendidikan selama 8 semester (hingga lulus) bagi para pemenang. Rinciannya: Universitas Cut Nyak Dhien sebanyak 30 beasiswa, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 30 beasiswa, dan Universitas Panca Budi sebanyak 15 beasiswa," pungkas Agus.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
