MEDAN, iNewsMedan.id- Dari limbah yang kerap terbuang, lahir sumber energi baru sekaligus penggerak ekonomi warga. Inovasi inilah yang mencuri perhatian dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026 di Jakarta.
Sorotan utama dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026 tak hanya soal deretan pemenang, tetapi bagaimana sebuah program sederhana mampu memberi dampak nyata. Pengolahan batok kelapa menjadi briket dinilai berhasil menjawab dua persoalan sekaligus: limbah dan ekonomi masyarakat.
Program bertajuk Coconut Waste to Wealth itu mendorong pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Di saat yang sama, program ini membuka peluang usaha baru bagi warga, terutama di daerah yang memiliki potensi kelapa melimpah.
PLN UID Sumatera Utara menjadi salah satu pihak yang menginisiasi program tersebut hingga akhirnya meraih tiga penghargaan dalam ajang nasional itu. Penilaian tinggi diberikan karena program dinilai tidak berhenti pada konsep, tetapi berjalan dan memberi dampak terukur.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa pendekatan program sosial kini harus berorientasi hasil, bukan sekadar kegiatan formal.
“Program seperti ini bukan hanya soal lingkungan, tapi bagaimana masyarakat bisa ikut merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.
Ia menyebut, konsep ekonomi sirkular menjadi kunci dalam pengembangan program tersebut. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini diolah menjadi produk yang memiliki pasar, bahkan berpotensi menjadi sumber energi alternatif.
"Melalui pemanfaatan batok kelapa, kita tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selain program, apresiasi juga diberikan kepada Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Surya Sahputra Sitepu, yang masuk dalam daftar 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026.
Capaian ini memperlihatkan bahwa pendekatan berbasis dampak mulai menjadi tolok ukur utama dalam program tanggung jawab sosial perusahaan. Bagi PLN Sumut, penghargaan hanyalah efek dari kerja lapangan—bukan tujuan akhir.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
