MEDAN, iNewsMedan.id- Akses layanan informasi kini tak lagi harus lewat loket atau antre panjang. BPJS Kesehatan membuka jalur komunikasi baru lewat siaran langsung yang memungkinkan peserta menyampaikan keluhan dan mendapatkan jawaban dalam waktu singkat.
Program “BPJS Kesehatan On Air” yang berjalan sejak September 2025 ini menjadi ruang interaktif antara peserta dan penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di sini, pertanyaan diajukan secara terbuka dan langsung ditanggapi oleh narasumber.
Asisten Deputi Bidang SDMUK BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I, Iwan Adriady, mengatakan pendekatan ini dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan cepat dan praktis.
“Peserta tidak perlu menunggu lama. Mereka bisa langsung bertanya dan kami berikan penjelasan saat itu juga,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Kanal ini memanfaatkan platform TikTok yang saat ini banyak digunakan masyarakat. Dengan cara ini, informasi diharapkan lebih mudah dijangkau, terutama oleh pengguna aktif media sosial.
Pelaksanaan siaran dilakukan rutin oleh seluruh unit kerja di Indonesia, mulai dari kantor pusat, 12 kantor wilayah hingga 127 kantor cabang. Setiap unit dijadwalkan tampil minimal sekali dalam sepekan dengan durasi sedikitnya satu jam.
Materi yang disampaikan bersifat fleksibel, menyesuaikan isu yang sedang ramai diperbincangkan. Narasumber berasal dari internal BPJS Kesehatan, dan pada kesempatan tertentu melibatkan pihak eksternal untuk memperdalam pembahasan.
Sejak diluncurkan, minat masyarakat terus meningkat. Jika di awal jumlah penonton hanya ratusan hingga beberapa ribu orang, kini di sejumlah daerah angka tersebut melonjak hingga lebih dari 20 ribu penonton dalam satu sesi.
Di wilayah Kedeputian Wilayah I melalui akun @bpjswilayah1, rata-rata penonton dalam beberapa siaran terakhir mencapai sekitar 3.500 orang. Interaksi yang terjadi pun cukup tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang masuk selama siaran berlangsung.
Bahkan setelah sesi selesai, peserta masih aktif mengirimkan pertanyaan melalui pesan langsung maupun formulir yang disediakan.
Beberapa isu yang kerap mencuat antara lain penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan serta prosedur pengaktifannya kembali.
Selain itu, pembahasan mengenai UHC Sumatera Utara dan Probis Sumut Berkah juga sering menjadi perhatian. Untuk menjaga kualitas siaran, berbagai persiapan dilakukan, mulai dari publikasi jadwal, penyiapan materi, hingga tampilan visual agar lebih menarik dan mudah dipahami.
Melalui inovasi ini, BPJS Kesehatan mencoba menghadirkan layanan yang lebih terbuka, cepat, dan responsif, sekaligus memastikan setiap persoalan peserta JKN dapat ditangani dengan lebih efektif.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
