MEDAN, iNewsMedan.id – PT Hutama Karya (Persero) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan kesiapannya dalam mengawal arus lalu lintas menjelang Lebaran 2026. Meski arus mudik di Sumatera Utara memiliki karakteristik unik, pengelola tol tetap menyiagakan layanan maksimal bagi pengguna jalan.
Kepala Regional Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol HK Regional Sumbagut, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa hingga H-4 Lebaran, kondisi trafik di ruas tol Binjai-Pangkalan Brandan, Indrapura-Kisaran, hingga Sigli-Banda Aceh terpantau masih normal.
Berbeda dengan pulau Jawa, lonjakan kendaraan di tol HK wilayah Sumbagut diprediksi baru akan terjadi pada hari kedua Lebaran.
"Kendaraan yang melintas cenderung bukan pemudik jarak jauh, melainkan warga yang melakukan silaturahmi keluarga dan mengunjungi lokasi wisata. Kami prediksi jumlah kendaraan akan mencapai 23.000 hingga 25.000 unit," ujar Taufik Medan, Selasa (17/3/2026).
Salah satu titik krusial yang diantisipasi adalah kemacetan di gerbang exit tol. Berdasarkan evaluasi, penyebab utama antrean panjang adalah pengemudi yang kekurangan saldo kartu uang elektronik (e-toll).
Untuk mengatasi hal ini, Hutama Karya telah menyiapkan dua skema utama yakni Lajur Khusus Kurang Saldo: Penyediaan gerbang tol khusus di sebelah kiri exit tol bagi pengendara yang perlu melakukan transaksi tambahan dan Petugas Jemput Bola: Menyiagakan petugas yang membantu proses top up e-toll secara langsung di titik antrean agar arus lalu lintas cepat terurai.
"Kami mengimbau keras kepada para pengendara untuk selalu mengecek saldo e-toll sebelum memasuki jalur highway. Hal sederhana ini sangat berdampak pada kelancaran perjalanan semua orang," tegas Taufik.
Di sisi lain, Manajer Operasi PT Hutama Marga Waskita (Humawas), Sigit Prionggo, yang bertanggung jawab atas jalur tol Tebing Tinggi hingga pintu Sinaksak dan Simpang Pane, memastikan aspek keamanan menjadi prioritas.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk patroli terpadu. Tujuannya agar masyarakat yang ingin berwisata maupun pulang kampung merasa aman dan nyaman selama di perjalanan," kata Sigit.
Editor : Chris
Artikel Terkait
