OJK juga mencatat bahwa penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) cukup signifikan, terutama pada sektor konsumsi, aktivitas profesional, akomodasi, perdagangan besar, serta transportasi.
Dari sisi ketahanan industri perbankan, likuiditas dan permodalan dinilai masih kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank umum di Sumatera Utara tercatat sekitar 31 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Selain itu, rasio likuiditas juga berada pada level yang memadai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sekitar 133,16 persen serta rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga mencapai 27,97 persen.
Berdasarkan data OJK, penyaluran kredit terbesar masih terkonsentrasi di beberapa daerah utama. Kabupaten Langkat mencatat outstanding kredit sekitar Rp280,33 miliar dengan lebih dari 20 ribu debitur.
Untuk di Kota Medan mencapai Rp265,64 miliar dengan sekitar 5.164 debitur, disusul Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar Rp129,67 miliar dan Kota Sibolga sebesar Rp83,81 miliar.
Daerah lain yang juga mencatat penyaluran kredit cukup besar antara lain Kabupaten Deli Serdang sebesar Rp74,44 miliar, Kabupaten Tapanuli Selatan Rp22 miliar, serta Kota Binjai sekitar Rp19,52 miliar.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
