Kawal Masjid Al-Ikhlas, Ijeck Koordinasi dengan Kapolrestabes dan Bupati Deli Serdang

Jafar Sembiring
Anggota DPR RI, Musa Rajekshah, mengunjungi Masjid Al-Ikhlas di Kompleks Veteran, Dusun 8 Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, pada Jumat (6/3/2026). Foto: Istimewa

DELI SERDANG, iNewsMedan.id - Anggota DPR RI, Musa Rajekshah, melakukan kunjungan ke Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di Kompleks Veteran, Dusun 8 Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, pada Jumat (6/3/2026).

Tempat ibadah ini dikabarkan sedang menghadapi sengketa terkait rencana penggusuran oleh pengembang perumahan. Berdasarkan keterangan dari pihak pengelola, bangunan masjid tersebut berdiri di atas tanah yang telah diwakafkan.

Kondisi ini memicu penolakan keras dari pengurus maupun jemaah masjid, mengingat lokasi tersebut sudah digunakan sebagai pusat peribadatan selama bertahun-tahun.

Kedatangan Musa Rajekshah ke tempat tersebut bertujuan untuk memvalidasi informasi mengenai konflik lahan yang sempat memicu ketegangan beberapa waktu lalu.

Setibanya di sana, tokoh yang akrab disapa Ijeck ini disambut hangat oleh jemaah dan pengurus masjid. Ijeck pun turut melaksanakan ibadah salat Jumat bersama warga setempat.

Ijeck mengungkapkan bahwa ia baru mendengar kabar mengenai perselisihan lahan masjid ini beberapa hari yang lalu. Didorong rasa peduli untuk memahami duduk perkaranya, ia memutuskan untuk meninjau langsung Masjid Al-Ikhlas.

"Saya baru mengetahui adanya persoalan ini. Dalam beberapa hari terakhir, saya telah menjalin komunikasi dengan Kapolrestabes Medan. Kehadiran kita di sini adalah karena rida Allah, dan demi Allah pula kita akan berjuang," tutur Ijeck.

Sebelum sampai di lokasi, Ijeck juga menyempatkan diri untuk berkoordinasi dengan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvjin Simanjuntak, serta Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan.

"Saya sudah menghubungi Bupati Deli Serdang guna mengklarifikasi kebenaran masalah ini. Pak Bupati dan Pak Kapolrestabes Medan menyatakan dukungan mereka serta menitipkan salam untuk seluruh jemaah," jelasnya.

Bagi Ijeck, masjid merupakan rumah Tuhan yang menjadi tempat umat bersujud dan memanjatkan doa. Ia menegaskan bahwa jika status tanah adalah wakaf, maka penggusuran tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa mengikuti regulasi yang berlaku di Kementerian Agama.

"Masjid itu rumah Allah. Secara hukum, tanah wakaf tidak bisa dipindahkan begitu saja; ada prosedur ketat dan harus mendapatkan izin resmi dari Kementerian Agama," tegasnya.

Ijeck mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pihak pengembang yang berencana menggusur rumah ibadah tersebut. Namun, ia memastikan akan berdiri bersama jemaah untuk mempertahankan keberadaan masjid jika kebenaran telah terbukti.

"Saya tidak tahu siapa pengembangnya, tetapi jangan bertindak sewenang-wenang terhadap masjid. Kita akan berjuang bersama agar bangunan ini tetap tegak. Meskipun nantinya tidak ada lagi warga di sekitarnya, masjid ini tidak boleh dipindah," tambahnya.

Selanjutnya, Ijeck memberikan perbandingan dengan sebuah masjid di Singapura yang tetap berdiri kokoh meski pemukiman muslim di sekelilingnya sudah tidak ada lagi.

"Di Singapura, walau umat Islam sudah tidak mendominasi di wilayah tertentu, masjidnya tetap dipertahankan dan tidak digeser. Di sini pun demikian, jangan hanya karena alasan jemaah berkurang, masjid lantas hendak dipindahkan," katanya.

Ia menaruh harapan besar agar Masjid Al-Ikhlas tetap bertahan sebagai tempat suci bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah secara berjamaah.

"Harapan saya, kehadiran saya di sini murni karena Allah untuk membantu menjaga rumah-Nya. Jangan sampai kita baru datang beribadah ke sini hanya saat ada tokoh besar yang hadir," pungkasnya.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network