Jika Perang Dunia III Terjadi, Ini Gambaran Dampak Bagi Pangan di Indonesia

Isnaini Kharisma
Ilustrasi. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Bayangkan jika suatu hari harga beras melonjak tajam, pupuk sulit didapat, dan distribusi pangan ke luar pulau tersendat. Mungkin terdengar seperti skenario film, tetapi dalam konteks perang global berskala besar, kondisi seperti itu bukan hal yang mustahil untuk terjadi.

Perang Dunia III bukan hanya soal konflik militer antarnegara. Dampaknya bisa menjalar ke dapur rumah tangga. Bagi Indonesia, negara dengan lebih dari 270 juta penduduk, ketahanan pangan akan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak.

Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Riris Nadia Syafrilia Gurning, S.P., M.Sc menjelaskan beberapa gambaran jika perang global dapat mempengaruhi sistem pangan di Indonesia. Di antaranya, produksi pertanian terganggu.

Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Produksi padi nasional pada 2023 tercatat sekitar 53,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini menunjukkan bahwa kita memiliki kapasitas produksi domestik yang besar. Namun, produksi pertanian tidak berdiri sendiri. Ia bergantung pada dua hal utama: lahan yang produktif dan ketersediaan input seperti pupuk.

"Akan ada resiko kerusakan lahan. Dalam situasi perang global, dampaknya bisa tidak langsung tetapi signifikan. Gangguan perdagangan, kelangkaan alat pertanian, hingga rusaknya infrastruktur irigasi akibat instabilitas ekonomi dapat menghambat aktivitas produksi," ujar Riris yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang ini, Kamis (5/3/2026).

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network