MEDAN, iNewsMedan.id- Masuk pertengahan Ramadan, vibe Lebaran makin kerasa. THR tinggal nunggu, promo “Ramadan Sale” mulai brutal, dan timeline isinya OOTD buat hari H. Pertanyaannya: emang dalam Islam harus banget pakai baju baru saat Idulfitri?
Jawabannya: nggak wajib, tapi boleh. Bahkan dianjurkan tampil terbaik.
Dalam hadis riwayat Abdullah bin Umar, diceritakan bahwa Umar bin Khattab pernah menawarkan pakaian kepada Muhammad untuk dipakai saat hari raya dan menyambut tamu. Rasulullah menolak karena bahannya sutra (yang haram bagi laki-laki), sebagaimana riwayat HR Bukhari dan Muslim.
Dari sini kelihatan bahwa konsep pakai outfit terbaik saat Id itu sudah ada sejak zaman Nabi.
Ada juga riwayat yang menyebut Rasulullah punya pakaian khusus untuk dipakai saat dua hari raya dan hari Jumat. Artinya? Tampil rapi dan proper di momen spesial itu sunnah.
Bahkan ketika memakai pakaian baru, Nabi membaca doa. Dari Abu Sa'id al-Khudri, disebutkan doa yang dibaca Rasulullah saat mengenakan pakaian baru (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Jadi, pakai baju baru itu bukan hal asing dalam Islam.
Para ulama juga sepakat soal anjuran ini. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan berhias di hari raya hukumnya sunnah. Senada, Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menyebut dianjurkan memakai pakaian terbaik saat Id, meski bukan berarti harus baru.
Nah, yang perlu digarisbawahi: jangan sampai FOMO.
Islam melarang israf alias berlebihan. Kalau sampai ngutang demi outfit, atau lebih mikirin warna baju keluarga daripada zakat dan ibadah, itu yang keliru.
Lebaran itu bukan fashion show tahunan. Outfit boleh glow up, tapi yang lebih penting iman juga ikut level up.
Jadi, mau checkout? Silakan. Asal niatnya benar, caranya halal, dan nggak maksa. Karena yang bikin Lebaran sah bukan bajunya yang baru—tapi hati yang bersih.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
