MEDAN, iNewsMedan.id - Nilai transaksi saham investor di Sumatera Utara (Sumut) meningkat signifikan di awal 2026. Bahkan, per Januari 2026, untuk total transaksi saham mencapai Rp25,98 triliun atau naik 159,6 persen secara year on year (yoy).
Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara, M Pintor Nasution mengatakan, pencapaian transaksi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 dengan Rp10 triliun.
"Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas transaksi yang sangat kuat hanya dalam satu tahun terakhir," katanya dalam kegiatan Media Gathering di Medan, Kamis (5/3/2026).
Pintor menjelaskan, kali ini peningkatakan dari partisipasi anak muda dipengaruhi dengan kemudahan akses informasi melalu media sosial hingga masuknya kurikulum industri keuangan di tingkat SMA/SMK.
"Para investor lokal saat ini lebih dominan daripada investor asing dan kami tak lagi mengekor bursa luar negeri," jelasnya.
Pintor menuturkan, saat ini jumlah investor terbanyak berasal dari generasi muda, dari sisi nilai aset, investor berusia 40 tahun ke atas masih mendominasi karena kondisi finansial yang lebih matang.
Bahkan, distribusi investor pasar modal di Sumut masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Adapun lima daerah dengan basis investor tertinggi yakni Medan sekira 41 persen, Deliserdang sekira 12 persen, Simalungun dan Pematang Siantar masing-masing sekira 4 persen dan Kabupaten Langkat sekira 3 persen.
Hingga Januari 2026, total investor pasar modal di Sumut yang mencakup saham, obligasi, dan reksa dana mencapai 1,4 juta Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor saham tercatat sebanyak 401.723 SID.
"Sumut masih menjadi provinsi dengan pertumbuhan investor pasar modal tertinggi di luar Pulau Jawa," ujarnya.
Tahun 2026 ini, BEI memprioritaskan pemerataan literasi keuangan hingga ke daerah terpencil di Sumatera Utara. Seperti di Kabupaten Nias dan Kabupaten Mandailing Natal. BEI akan melanjutkan kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).
"Kedepannya, kami akan menambah jumlah Galeri Investasi yang saat ini telah mencapai 26 titik," ungkapnya.
Guna mendorong penambahan perusahaan tercatat (IPO), BEI Sumut menargetkan 24 kegiatan sosialisasi sepanjang 2026. Selain itu, akan digelar coaching clinic bagi calon emiten lokal pada Mei mendatang.
“Kedepannya, Pusat meminta kami menyiapkan 12 perusahaan untuk coaching clinic IPO. Kami akan fokus membina perusahaan yang berpotensi, meskipun dimulai dari skala kecil terlebih dahulu. Kami berharap pasar modal tidak sekadar menjadi tren, melainkan bagian dari budaya perencanaan keuangan masyarakat Sumatera Utara," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
