Kondisi para siswa memburuk hingga mencapai puncaknya pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, ratusan pelajar harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit setempat. Hingga saat ini, dilaporkan masih ada 58 pelajar yang menjalani perawatan intensif.
“Perawatan dipusatkan di RSUD Sidikalang,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, BGN Sumatera Utara telah menutup sementara operasional SPPG 3 Sidikalang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pihaknya kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti keracunan tersebut.
“Kami masih menunggu uji laboratorium. Hasilnya akan kami sampaikan,” ungkap Agung.
Insiden di Sidikalang ini merupakan kasus pertama yang tercatat di Sumatera Utara pada tahun 2026. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), angka korban keracunan MBG secara nasional telah mencapai 16.109 orang per 31 Oktober 2025 yang tersebar di 26 provinsi.
Meskipun angka kejadian masih fluktuatif, Kepala BGN Pusat, Dadan Hindayana, sebelumnya sempat menyatakan komitmennya untuk mencapai target zero accident dalam program ini. Dadan mengeklaim adanya tren penurunan kasus pada awal tahun ini.
“Alhamdulillah, kasus kejadiannya selama Januari ini sekitar 50 kali. Itu jauh lebih kecil dibandingkan Oktober atau September, padahal jumlah SPPG meningkat tajam,” kata Dadan di Balai Kota, Senin (10/2/2026).
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
