Sementara itu, Ketua Umum PERSI Pusat dr. Bambang Widodo menilai rumah sakit di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, tengah menghadapi tekanan global yang semakin kompleks. Mulai dari percepatan teknologi informasi, tuntutan pelayanan berbasis keselamatan pasien, hingga kewajiban mendukung pengurangan emisi karbon.
“Teknologi informasi seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan, meningkatkan keselamatan pasien, dan efisiensi rumah sakit,” ujar Bambang.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan, dari pasien sebagai objek menjadi subjek utama dalam pengambilan keputusan layanan kesehatan. Pelibatan pasien dan keluarga, menurutnya, akan meningkatkan kepuasan sekaligus menekan kejadian tidak diharapkan.
Ketua Umum PERSI Sumatera Utara periode 2026–2030, dr. Syaiful Munawar Sitompul menambahkan, kepengurusan baru berkomitmen memperkuat tata kelola rumah sakit, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi layanan, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk membangun rumah sakit yang lincah, adaptif, dan berdaya saing.
“Rumah sakit bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga entitas sosial. Tantangan ke depan menuntut rumah sakit lebih empati, profesional, dan responsif,” ujarnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
