Kisah Masjid Dhirar Dibakar, Ketika Tempat Ibadah Jadi Markas Konspirasi Kaum Munafik

Vitrianda Hilba Siregar
Masjid Dhirar saat zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ternyata menjadi sarang konspirasi kaum munafik akhirnya dibakar. Foto: Ilustrasi/Freepik

MEDAN, iNewsMedan.id - Dalam sejarah Islam, masjid selalu menjadi simbol ketakwaan dan persatuan. Namun, pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) , pernah berdiri sebuah bangunan yang secara fisik adalah masjid, namun hakikatnya adalah sarang konspirasi. Bangunan itu dikenal sebagai Masjid Dhirar.

Semua bermula dari kebencian seorang pria bernama  Abu Amir al-Rahib. Sebelum Islam menyinari Madinah, Abu Amir adalah tokoh yang disegani karena dianggap ahli kitab. Namun, kehadiran Nabi Muhammad SAW meruntuhkan pengaruhnya.

Dia menolak tunduk pada kebenaran dan memilih melarikan diri ke Romawi (Bizantium).Dari tanah Romawi, Abu Amir mengirim pesan rahasia kepada kaum munafik di Madinah. Dia berjanji akan membawa pasukan kaisar untuk mengusir Nabi. Sebagai persiapan, dia memerintahkan kaki-tangannya membangun sebuah markas strategis di Madinah yang terselubung sebagai masjid agar tidak dicurigai.

Maka sebanyak 12 orang munafik pun mulai membangun gedung tersebut di dekat Masjid Quba. Agar terlihat sah, mereka menciptakan alasan yang sangat manusiawi. Mereka mendatangi Rasulullah SAW yang saat itu tengah bersiap memimpin pasukan menuju Perang Tabuk.

"Wahai Rasulullah," kata mereka dengan nada lembut, "Kami telah membangun masjid untuk orang-orang yang lemah dan sakit di malam hujan dan musim dingin. Kami sangat berharap engkau sudi mampir dan shalat di dalamnya sebagai berkah.

"Nabi SAW, yang selalu berbaik sangka, tidak menolak namun meminta waktu. "Kami sedang dalam perjalanan perang. Jika kami kembali, insya Allah kami akan mendatanginya."

Ketika Perang Tabuk usai dan Nabi SAW dalam perjalanan pulang menuju Madinah, tepatnya di sebuah tempat bernama Dzu Awan, langit memberikan jawaban. Allah Ta'ala tidak membiarkan Nabi-Nya terjebak dalam tipu muslihat tersebut.

Malaikat Jibril turun membawa Surah At-Taubah ayat 107:

"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (dhiraran), untuk kekafiran, untuk memecah belah antara orang-orang mukmin, serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu..."

Ayat ini dengan sangat gamblang menyebutkan empat tujuan jahat mereka yakni

1. Dhiraran: Menimbulkan bahaya bagi umat Islam.

2. Kufran: Menjadi pusat kekafiran.

3.Tafriqan: Memecah belah persatuan kaum mukminin.Irshadan:

4. Menjadi pos pantau bagi musuh (Abu Amir).

Begitu mengetahui niat busuk tersebut, Rasulullah SAW bertindak tegas. Beliau tidak ingin ada "duri dalam daging" di Madinah. Beliau segera memanggil beberapa sahabat, di antaranya Ashim bin Adi dan Malik bin ad-Dukhsyum.Perintah Nabi sangat jelas dan keras: "Pergilah kalian ke bangunan yang pemiliknya zalim ini, hancurkan dan bakarlah!"

Kedua sahabat itu berlari menuju lokasi. Malik mengambil pelepah kurma yang dibakar dan mereka segera menyerbu bangunan tersebut. Saat itu, orang-orang di dalamnya sedang berkumpul. Bangunan itu dibakar dan diratakan dengan tanah.

Sisa-sisanya kemudian dijadikan tempat pembuangan sampah, agar tidak ada lagi kemuliaan yang tersisa bagi tempat yang dibangun di atas dasar pengkhianatan.
 

Melalui peristiwa ini, Allah mengajarkan perbedaan antara Masjid Quba yang dibangun atas dasar takwa dan Masjid Dhirar yang dibangun atas dasar keraguan dan makar.

Jadi suatu amal, meskipun tampak suci seperti membangun masjid, jika niat di baliknya adalah untuk menghancurkan agama dari dalam atau memecah belah umat, maka amal tersebut tidak bernilai di mata Allah.

Hingga kini, istilah "Masjid Dhirar" sering digunakan sebagai metafora bagi institusi atau gerakan yang mengatasnamakan agama namun sebenarnya bertujuan untuk merusak tatanan umat dan menebar fitnah.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network