TAPSEL, iNewsMedan.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya mengakhiri penggunaan tenda pengungsian bagi warga terdampak banjir. Targetnya, seluruh penyintas sudah menempati hunian sementara atau tempat tinggal layak sebelum Hari Raya Idulfitri 2026.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan, kebijakan tersebut diambil agar masyarakat tidak lagi menjalani ibadah puasa dan Lebaran dalam kondisi darurat.
“Seluruh posko pengungsian harus kosong sebelum puasa atau paling lambat sebelum Idulfitri. Tidak boleh ada lagi warga tinggal di tenda,” tegas Bobby.
Sebagai tindak lanjut, hunian sementara (Huntara) telah disiapkan dan mulai dihuni warga terdampak di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Huntara digunakan sambil menunggu pembangunan hunian tetap yang kini masih berlangsung.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, penyediaan Huntara merupakan bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skema bantuan perumahan.
Bantuan tersebut mencakup perbaikan rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta. Sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana, pembangunan hunian tetap akan difasilitasi melalui BNPB atau Kementerian PKP.
“Pendataan penerima bantuan harus benar-benar jelas dan terverifikasi, karena seluruhnya menggunakan anggaran negara,” ujar Tito.
Selain relokasi ke Huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal di rumah sewa. Bantuan diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, ditambah uang lauk pauk Rp15 ribu per hari per orang.
Gubernur Bobby menambahkan, Pemprov Sumut menyiapkan dukungan tambahan untuk memastikan target pengosongan tenda pengungsian tercapai, termasuk penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap apabila dibutuhkan.
“Kalau masih ada kendala lokasi, provinsi akan turun tangan menyiapkan lahannya,” katanya.
Pemprov Sumut juga membuka kemungkinan penyewaan penginapan atau hotel secara bulanan apabila masih terdapat warga yang belum tertampung di Huntara, agar tidak ada lagi masyarakat yang bertahan di pengungsian.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur Bobby bersama Mendagri turut meninjau hunian sementara dan hunian tetap yang telah ditempati warga terdampak bencana di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
