Rindu Sayur Hijau, Rindu Makan Sehat
Di balik semua keterbatasan itu, ada kerinduan sederhana yang sering disampaikan warga: makan sayur segar.
“Kalau ada mobil sayur masuk desa, warga antusias sekali. Kami rindu sayur-sayuran hijau,” ujar Yanis.
Padahal sebelum banjir, banyak warga menanam sayur sendiri.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian YAICI. Sekjen YAICI, Satria Yudistira, menjelaskan bahwa kegiatan di Kampung Serba merupakan bagian dari kepedulian terhadap gizi anak dan balita di wilayah pascabencana.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan yang fokus untuk anak dan balita. Kami melihat langsung, akses makanan sehat seperti sayur dan protein masih sulit,” ujar Satria.
YAICI Soroti Risiko Gizi Anak Pascabencana
Menurut Satria, dalam kondisi darurat dan pascabencana, bantuan makanan instan memang dibutuhkan. Namun jika berlangsung terlalu lama, hal itu berisiko mengubah pola makan anak.
“Bantuan instan seperti mie atau kental manis itu tidak bisa terus-menerus. Kami khawatir anak-anak terbiasa dengan makanan yang kurang sehat, padahal mereka sedang dalam masa tumbuh kembang,” katanya.
Sebagai lembaga yang fokus pada edukasi gizi, pencegahan stunting, dan perlindungan anak, YAICI menilai perhatian pada gizi anak pascabencana harus menjadi prioritas bersama.
“Kami berharap pemerintah tetap memfokuskan perhatian ke wilayah seperti ini. Bukan hanya soal rumah dan infrastruktur, tapi juga soal gizi dan kesehatan anak,” tegas Satria.
Selain penyerahan bantuan, YAICI juga menyiapkan kegiatan trauma healing di Desa Pematang Durian, yang melibatkan puluhan anak dan balita, sebagai bagian dari pemulihan psikososial pascabencana.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
