MEDAN, iNewsMedan.id – Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, Sri Suriani Purnamawati, S.Si, Apt, mulai memetakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) utama di awal kepemimpinannya pada 2026, mulai dari pembenahan layanan, sumber daya manusia, hingga infrastruktur rumah sakit.
“Langkah awal yang akan kami lakukan adalah konsolidasi internal serta pemetaan menyeluruh terhadap layanan, sumber daya manusia, dan kondisi infrastruktur,” ujar Sri Suriani kepada Forwakes, Minggu (11/1/2026).
Ia menegaskan, optimalisasi pelayanan kesehatan jiwa tetap menjadi prioritas utama dengan menempatkan keselamatan pasien, mutu layanan, serta kepatuhan terhadap tata kelola rumah sakit.
“Kami memastikan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat tetap berjalan optimal, dengan keselamatan pasien dan mutu layanan sebagai prioritas,” katanya.
Sri juga mengakui masih adanya tantangan pada sektor infrastruktur RSJ Prof Ildrem. Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi gedung menjadi perhatian serius dan akan ditangani melalui koordinasi lintas sektor.
“Kami menyadari masih adanya pekerjaan rumah terkait pembangunan dan rehabilitasi gedung. Ini akan menjadi perhatian serius kami dan ditangani melalui koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Di tahun 2026, RSJ Prof Ildrem juga menargetkan keterlibatan aktif dalam penanganan kesehatan jiwa pascabencana di Sumatera Utara. Pada triwulan pertama, fokus diarahkan pada pemulihan psikososial masyarakat terdampak.
“Target kami di tahun 2026 pada triwulan pertama adalah penanganan pascabencana di wilayah Sumut,” kata Sri.
Upaya tersebut, lanjutnya, akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kegiatan trauma healing bagi korban bencana.
“Kami akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan stakeholder lainnya dalam pemulihan pascabencana, khususnya melalui trauma healing,” tuturnya.
Selain itu, RSJ Prof Ildrem akan terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan kesehatan jiwa dan layanan adiksi di Sumatera Utara, termasuk penanganan kasus Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
“Kami juga memperkuat peran RSJ Prof Ildrem sebagai rujukan kesehatan jiwa dan adiksi di Sumatera Utara,” ucapnya.
Terkait target Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sri menegaskan pencapaiannya dilakukan secara rasional dan bertahap, tanpa mengesampingkan fungsi sosial rumah sakit.
“Pencapaian PAD akan kami upayakan secara rasional dan bertahap, dengan tetap mengedepankan fungsi sosial rumah sakit dan mutu pelayanan,” pungkasnya.
Sri Suriani Purnamawati sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSU Haji Medan selama sekitar 10 bulan sebelum dipercaya memimpin RSJ Prof Dr M Ildrem di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
