Kondisi Asni saat ini sangat mengkhawatirkan. Ia dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan peluru, namun pihak keluarga mengaku terhimpit masalah biaya. Sambil meneteskan air mata, Romanda berharap ada keajaiban dan bantuan bagi putri kecilnya.
"Tolonglah anakku. Setiap malam dia menangis menahan sakit. Biaya operasi pastinya besar, sementara kami keluarga tidak mampu," lirihnya.
Menanggapi peristiwa ini, pihak kepolisian bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan sedang melakukan pendalaman kasus.
"Laporan sudah kami terima. Tim sedang bekerja di lapangan dan identitas pelaku sudah kami identifikasi," tegas AKP Agus Purnomo.
Ia juga meminta dukungan dari masyarakat agar proses penangkapan pelaku dapat segera dilakukan. "Mohon doanya agar pelaku bisa cepat tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
