Bukan Sekadar Lelah, Ini Bahaya Mengintai Jika Tubuh Jarang Bergerak

Annastasya Rizqa
Ilustrasi. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Mengabaikan olahraga bukan sekadar masalah perut yang membuncit, melainkan ancaman serius bagi keberlangsungan fungsi organ vital manusia. Meski sering dianggap sebagai aktivitas tambahan, kurangnya gerak fisik di tengah kesibukan harian dapat memicu penurunan drastis pada kualitas kesehatan jangka panjang.

Padahal, kebiasaan malas berolahraga bisa membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Jika aktivitas fisik terus diabaikan, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan yang tidak bisa dianggap sepele. Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi, sebagaimana dirangkum dari Verywell Health:

1. Kesehatan Mental Ikut Terpengaruh

Manfaat olahraga tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental. Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan hormon yang berperan dalam memperbaiki suasana hati dan menekan stres.

Tanpa olahraga, seseorang bisa lebih mudah merasa cemas, stres, dan kehilangan energi secara emosional. Dengan demikian, jarang berolahraga bukan hanya membuat tubuh terasa kurang bugar, melainkan juga berdampak luas pada hampir seluruh sistem tubuh. Mulai dari jantung, otot, metabolisme, hingga kondisi mental bisa terpengaruh.

2. Risiko Penyakit Kronis Lebih Tinggi

Gaya hidup kurang gerak berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Olahraga berperan membantu menjaga tekanan darah, kadar gula, serta kesehatan pembuluh darah agar tetap stabil dan berfungsi optimal.

3. Metabolisme Tubuh Melambat

Jarang berolahraga juga berdampak pada melambatnya metabolisme. Otot berperan penting dalam proses pembakaran kalori, sehingga ketika massa otot menurun, jumlah energi yang dibakar tubuh saat istirahat ikut berkurang.

Jika tidak diimbangi dengan pengaturan pola makan, kondisi ini bisa menyebabkan berat badan naik tanpa disadari.

4. Otot Menjadi Lebih Lemah

Otot yang jarang digerakkan akan menyusut dan kehilangan kekuatannya. Tanpa olahraga, massa otot berkurang secara bertahap sehingga tubuh terasa kurang bertenaga.

Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah, mulai dari postur tubuh yang memburuk hingga meningkatnya risiko cedera saat melakukan aktivitas ringan.

5. Kinerja Jantung dan Paru-Paru Menurun

Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung dan paru-paru kehilangan kebugarannya secara perlahan. Jantung menjadi kurang optimal dalam memompa darah, sementara paru-paru harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.

Akibatnya, aktivitas sederhana seperti berjalan agak jauh atau naik tangga bisa terasa lebih berat dan cepat membuat tubuh kelelahan.

Penting untuk membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara rutin. Tidak harus olahraga berat; gerakan ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau bersepeda santai sudah cukup membantu menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit di kemudian hari.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network