Targetkan 3 Tahun Pulih, Aceh Timur dan AQL Peduli Sinergi Bangun Masjid

Jafar Sembiring
Targetkan 3 Tahun Pulih, Aceh Timur dan AQL Peduli Sinergi Bangun Masjid. Foto: Istimewa

ACEH TIMUR, iNewsMedan.id - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur resmi bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) AQL Peduli untuk menjalankan program pemulihan pascabencana yang berpusat di masjid. Langkah strategis ini diawali melalui pertemuan koordinasi antara Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., dengan Pembina LAZNAS AQL Peduli, KH Bachtiar Nasir, serta Direktur LAZNAS AQL Peduli, Samade, pada Jumat (2/1/2026).

KH Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa kerusakan infrastruktur di Aceh Timur sangat masif, mencakup rumah warga, akses jalan, jembatan, hingga fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit dan sekolah. Berdasarkan pendataan tersebut, AQL Peduli meluncurkan gerakan "Pulihkan Aceh dari Masjid".

Program ini mengedepankan pendekatan pemulihan masyarakat dengan menjadikan masjid sebagai sentral ibadah, pusat distribusi bantuan, sarana pendidikan, serta motor penguatan ekonomi umat. Bachtiar menegaskan komitmennya untuk mengawal proses rehabilitasi ini melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan BNPB.

"Aceh bukan hanya dipulihkan infrastrukturnya, tetapi juga iman, ilmu, dan kemandirian ekonominya," tegasnya.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menjelaskan bahwa banjir besar yang dipicu hujan deras selama sepekan telah melanda wilayah tersebut sejak 26 November 2025. Dampak terparah terjadi di Aceh Timur jika dibandingkan dengan wilayah terdampak lainnya seperti Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Tamiang.

Iskandar menceritakan kembali masa-masa kritis saat ia memimpin langsung penanganan bencana di lapangan pada hari pertama kejadian.

"Pada hari pertama, hampir seluruh Aceh Timur dilaporkan tenggelam. Evakuasi dilakukan menggunakan speedboat, termasuk penyelamatan lima warga Desa Seumali yang terjebak di atap rumah, di antaranya anak-anak. Kondisi diperparah oleh listrik dan jaringan internet yang terputus total, sehingga masyarakat bertahan hidup selama tiga hari dengan makanan seadanya. Sebagian warga tidak makan sama sekali karena ketakutan dan keterbatasan logistik," kenangnya.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network