Diminta Taubat Nasuha oleh Cak Imin, Bahlil Dibela Golkar Deliserdang

Jafar Sembiring
Diminta Taubat Nasuha oleh Cak Imin, Bahlil Dibela Golkar Deliserdang. Foto: Istimewa

DELISERDANG, iNewsMedan.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Deliserdang angkat bicara terkait pernyataan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk 'taubat nasuha' menyikapi bencana alam di Sumatra.

Pernyataan Cak Imin itu dinilai menyudutkan Ketua Umum mereka dan dilontarkan tidak pada momen yang tepat, yakni pascabencana alam yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatra, termasuk Provinsi Sumatra Utara.

Ketua DPD Partai Golkar Deliserdang, Hamdani Syahputra, menyayangkan ucapan Cak Imin yang dianggapnya minim solusi dan hanya memperkeruh suasana duka.

Hamdani menegaskan bahwa seyogyanya Cak Imin memberikan ungkapan penyejuk dan fokus pada upaya penanggulangan bencana.

"Tidak ada solusi yang disampaikannya. Walaupun mungkin yang disampaikan taubat nasuha adalah candaan, namun tidak tepat diucapkan di depan publik dan media dalam suasana duka di pulau Sumatera," kata Hamdani saat ditemui di Gedung DPRD Deliserdang, Kamis (4/12/2025).

Menurut Hamdani, Cak Imin seharusnya lebih aktif memberikan solusi nyata atau turun langsung ke lokasi terdampak bencana, alih-alih hanya memberikan komentar.

"Cak Imin kita lihat gak ada itu turun ke lokasi-lokasi terdampak banjir, jangan komentar aja. Sementara Menteri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketum Golkar Bapak Bahlil Lahadalia langsung turun ke lokasi mencari solusi agar kelangkaan BBM serta gas cepat teratasi di lokasi banjir," ungkapnya.

Hamdani menambahkan, hingga saat ini ia belum melihat Cak Imin mendatangi korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dirinya juga menyatakan sependapat dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, yang menilai komentar Cak Imin melewati batas kewenangannya dan harus dievaluasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hamdani menekankan bahwa kepentingan masyarakat yang tengah dilanda situasi sulit pascabencana banjir dan tanah longsor adalah hal yang paling utama untuk ditangani.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network