Ia memastikan ketersediaan beras, minyak goreng, hingga gula aman hingga periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Pasokan juga diprioritaskan bagi pengungsi yang terdampak banjir dan longsor.
"Selama ini kan, gudang itu memiliki kapasitas 3.500 ton. Kalau sudah punya 3.500, kira-kira kebutuhan tiga bulan ke depan tercukupi. Nanti saya fokus untuk ngisi 3.500 ton. Jadi, bisa sampai awal Februari 2026 nanti," jelasnya.
Sebelumnya, Gudang Bulog Sarudik dijarah setelah massa berkumpul mendadak di depan pintu gudang. Mereka merobohkan pagar, merusak gembok, dan mengambil komoditas yang tersimpan di dalamnya. Situasi tak terkendali karena kebutuhan pangan warga meningkat drastis akibat bencana.
Peristiwa ini sebelumnya telah dikonfirmasi Budi, yang menyebut pihaknya memahami tekanan yang dialami masyarakat.
“Kami memahami bahwa masyarakat, sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa aparat sebenarnya berusaha membubarkan massa, namun upaya itu tak berhasil.
"Lalu, mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang. Aparat telah berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan," tutur Budi.
Bulog Sibolga sebelumnya juga telah meminta bantuan personel tambahan dari TNI dan Polri untuk menangani situasi rawan tersebut.
"Seiring berkembangnya situasi dan meningkatnya potensi kerawanan, Pinca Bulog Sibolga telah meminta penambahan personel kepada Kodim dan Polresta Sibolga. Selain itu, koordinasi lanjutan dilakukan oleh Kantor Wilayah BULOG Sumatera Utara dengan Kodam dan Polda Sumatera Utara agar bantuan personel dapat tiba lebih cepat," jelasnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
