90 Santri Sulaimaniyah Aceh Tamiang Terjebak Banjir, Tanpa Bantuan Logistik

Jafar Sembiring
90 Santri Sulaimaniyah Aceh Tamiang Terjebak Banjir, Tanpa Bantuan Logistik. Foto: Istimewa

ACEH TAMIANG, iNewsMedan.id - Sebanyak 90 santri dan sejumlah guru di Pondok Pesantren Sulaimaniyah di Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, harus mengungsi setelah kompleks pesantren terendam banjir besar sejak tiga hari terakhir. Hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025), para pengungsi dilaporkan belum menerima bantuan logistik maupun evakuasi karena lokasi terisolasi akibat terputusnya akses komunikasi dan listrik.

Kompleks pesantren yang berlokasi di Jl. Rantau, Kebun Rantau, mulai terendam sejak Kamis (27/11/2025) setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Kondisi darurat ini diperparah dengan padamnya aliran listrik dari PLN dan putusnya jaringan komunikasi secara total.

Para santri dan guru sempat mengungsi ke Masjid Al-Mutaqin, namun ketinggian air yang terus meningkat memaksa mereka berpindah lagi ke lokasi yang lebih tinggi, yakni bekas Pabrik Betami Alur Manis.

Kabar mengenai isolasi ini diperoleh dari keluarga santri yang berada di Medan. Yuni Rambe, salah satu orang tua santri, menyampaikan kekhawatirannya.

“Kami mohon bantuannya. Anak kami dan sekitar 90 santri lain sudah tiga hari terjebak banjir. Tidak ada logistik, dan komunikasi terputus,” ujar Yuni Rambe di Medan, Sabtu (29/11/2025).

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network