Meski semangat tetap terjaga, mereka menghadapi kesulitan karena keterbatasan air bersih. Banyak warga berharap bantuan dari pemerintah, khususnya dari Dinas Kebersihan dan Pemadam Kebakaran Kota Medan untuk membantu proses pembersihan di ruas jalan kampung yang masih dipenuhi lumpur.
Salah seorang korban banjir, Yono, menyampaikan bahwa warga sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk mandi dan mencuci kakus. Kondisi ini menambah beban masyarakat yang sudah terdampak banjir.
Sebelumnya, banjir Sumut meluas akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sepanjang hari. Beberapa wilayah terdampak antara lain Kota Medan, Langkat, Binjai serta daerah terparah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga dan Tapanuli Selatan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
