Ia mengakui bahwa fenomena panic buying yang terjadi tadi malam hingga pagi ini semakin memperburuk situasi di SPBU. Masyarakat membeli BBM melebihi kebutuhan normal mereka.
"Untuk spreading-nya, kami memaksimalkan minimal ada pengiriman terlebih dahulu. Jadi memang untuk kebutuhan tidak bisa optimal karena adanya panic buying yang mengakibatkan masyarakat membeli melebihi kebutuhan normalnya. Biasanya 10 liter, saat ini mungkin di angka puluhan liter atau melebihi batas normal," jelasnya.
Sesuai arahan Wali Kota Medan, Pertamina mengharapkan agar masyarakat dapat menahan diri dan melakukan pembelian secukupnya saja sesuai kebutuhan, bukan karena panik. Pertamina telah berkomunikasi intensif dengan pihak pusat untuk menambah volume tangki dan memaksimalkan pengiriman.
"Kami berupaya semaksimal mungkin, mudah-mudahan dalam 2-3 hari ke depan situasi aman, stok di SPBU juga jalan. Effort kami ini bisa membantu meredam kepanikan yang ada di masyarakat. Jadi, intinya mohon masyarakat tidak panik karena stok BBM kami tidak langka," tutup Tito, sambil memohon dukungan warga Kota Medan agar situasi kembali kondusif.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
