274 Saksi Diperiksa Polda Sumut untuk Mengungkap Kematian Bripka Arfan Saragih

Jafar
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat jumpa pers di Mapolda Sumut, Selasa (4/4/2023) malam. (Foto: Jafar/iNewsMedan)

MEDAN, iNewsMedan.id - Dalam kasus kematian Bripka Arfan Saragih (AS) pihak Polda Sumatera Utara memeriksa sebanyak 274 orang saksi. Di mana, hasil gelar perkara ulang penyelidikan terhadap kasus itu, Bripka AS murni bunuh diri dengan mengkonsumsi sianida.

"Tim juga sudah melakukan pemeriksaan kurang lebih, sebanyak 274 orang," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat jumpa pers di Mapolda Sumut, Selasa (4/4/2023) malam yang dihadiri oleh dua komisioner Kompolnas, yakni Benny Mamoto dan Poengky Indarti serta keluarga Bripka AS.

Pasca kejadian itu, Polda Sumut membentuk tim gabungan dan mengambil alih kasus kematian Bripka Arfan Saragih alias AS dan penggelapan Pajak Kenderaan Bermotor (PKB) di UPT Samsat Pangururan, dari Polres Samosir. 

Panca menjelaskan dari ratusan saksi tersebut, terdiri 161 orang saksi merupakan wajib pajak atau korban penggelapan PKB di UPT Samsat Pangururan. Kemudian, ada 4 orang honorer UPT Samsat Pangururan dan 6 pegawai UPT Samsat Pangururan.

"Kemudian, tim juga memeriksa 96 orang saksi. Termasuk, anggota Polri dan masyarakat mengetahui proses hari demi hari, dari kasus penggelapan PKB terungkap sampai almarhum Bripka AS ditemukan di TKP," terang Kapolda.

Panca mengatakan tim gabungan kepolisian, juga memeriksa sejumlah ahli dari berbagai ahli keilmuannya mulia dari tim forensik, psikologi, ahli pidana, toksiologi dan IT untuk dimintai keterangan seputar penyelidikan dilakukan untuk mengungkap tabir kematian Bripka AS.

"Kita juga melakukan pemeriksaan saksi-saksi ahli, dokter ahli forensik untuk mengetahui hasil otopsi yang ada dan memperjelas hasil otopsi tersebut. Ahli toksikologi Forensik, kami meminta pandangan tentang ahli racun," ungkap Panca.

Tidak hanya itu, kata Kapolda bahwa mereka juga memeriksa ahli digital forensik dari Polda Metro Jaya untuk menjelaskan alat komunikasi korban.

"Tim juga memeriksa ahli psikologi forensik, ahli Pidana untuk melengkapi hasil penyelidikan dan penyidikan kita lakukan," jelas Panca.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network