Perang Meluas ke Sektor Teknologi, Iran Ancam Bidik Fasilitas AI dan Kabel Bawah Laut AS
TEHERAN, iNewsMedan.id – Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah Iran melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS). Pemerintah Iran menegaskan bahwa pusat data hingga fasilitas kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berkaitan dengan Washington berpotensi menjadi target kehancuran apabila eskalasi perang terus berlanjut.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya pergeseran target strategis konflik, di mana infrastruktur teknologi modern kini masuk dalam radar ancaman di luar instalasi militer konvensional. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan bahwa fasilitas digital penting tersebut saat ini sebenarnya belum dimasukkan ke dalam daftar target utama.
Kendati demikian, Rezaei dengan tegas memperingatkan bahwa infrastruktur vital seperti pusat data, fasilitas AI, hingga jaringan kabel bawah laut sangat rentan dan dapat dihancurkan sewaktu-waktu jika perang kembali memanas.
Konflik antara Iran menghadapi AS dan Israel sendiri diketahui telah berkecamuk sejak 28 Februari 2026, dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda ataupun kepastian perundingan damai. Sebelumnya, ancaman serupa juga diperkuat oleh Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, yang sempat menyoroti keberadaan tujuh kabel internet bawah laut di kawasan Selat Hormuz sebagai infrastruktur krusial yang berada dalam bayang-bayang ancaman.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar